Selasa, 05 April 2016

Best Mekanik

Mengikuti ajang beat mekanik tidak lah mudah. Menjadi partisipan memang mudah namun di kesehariannyalah yang merepotkan. Bagi saya ajang ini memanglah bagus jarang perusahaan perusahaan lainnya mengadakan hal ini secara terbuka seperti di PT. Pama Persada.
Penjaringan peserta selama ini dengan cara seleksi test teori lalu di interview.
Selama test teori banyak mekanik yang mengeluh dan asal asalan menjawabnya.
Terlihat tidaka serius mengikutinya,kenapa?
Padahal ini sangat menguntungkan,jika lolos perwakilan departemen saja hadiahnya lumayan yah juara 4 saja dapat uang untuk membeli 1 unit psp,apalagi juara 1.Belum lagi 3 besar departement akan mendapatkan keistimewaan menjadi MVM (Most Valueble Mechanic)  salah satunya kebebasan pengambilan kompetensi sertifikasi kapanpun berapa pun.Sangat menjanjikan peningkatan karirkan tapi yang saya herankan mengapa mereka seolah olah tidak berminat.
Setelah saya menjalaninya sendiri,memang merepotkan dan tidak mudah. Baik mental,pikiran dan fisik khususnya mental. Hal ini karena kandidat ataupun perserta selalu mengait ngaitkan embel embel "BEST" dengan sehari hari di pekerjaan.
"Masa best kerjanya lambat","masa beat redo","best traktir best","cie iya lah best mekanik"
Hal itu sangat menggangu,namun kita dapat membuatnya menjadi hal positif jika mindset kita juga positif
Kita bisa menggunakan perkataan mereka sebagai cambuk semangat untuk bekerja dengan baik,tanpa redo,cepat tepat dan sesuai prosedur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar